Recent Videos

Sabtu, 11 Mei 2013

Resign oleh Arvan Pradiansyah

Why resign? Mengapa harus keluar dari tempat bekerja Anda saat ini? Meski merupakan gelaja alamiah di dunia kerja, namun pertanyaan ini perlu dijawab oleh mereka yang saat ini punya rencana untuk keluar dari tempat bekerja saat ini. Dengan demikian, diharapkan keputusannya untuk resign adalah keputusan yang tepat, karena alasannya juga tepat.
Ada  banyak alasan sehingga seseorang ingin keluar dari tempat bekerjanya saat ini. Tapi jika disederhanakan, alasan itu mengerucut menjadi 2, yaitu:
1.    Pull Factor
2.    Push Factor
Pull Factor (factor tarikan dari luar). Seseorang resign karena ada tawaran dari luar/perusahaan lain, dengan gaji yang  lebih besar, kesempatan untuk growing terbuka, dan lain-lain.
Push Factor (factor dorongan dari dalam).,Seseorang resign karena ada dorongan internal, misalnya suasana bekeja tidak enak, rekan kerja tidak cocok, bos arogan, persaingan tidak sehat, dan lain-lain.
Orang yang resign karena pull factor adalah orang yang bahagia, karena dia happy dengan pekerjaannya, cocok dengan lingkungan kerja, tetapi ada  tawaran yang lebih baik datang kepadanya. Kebanyakan, orang yang resign karena pull factor adalah orang yang berkualitas. Sedangkan orang yang resign karena push factor adalah orang yang tidak happy, karena dia ada masalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gaji  yang kecil, lingkungan kerja tidak cocok dan lain-lain.Belum tentu kalau dia pindah bekerja di tempat lain, dia tidak akan menghadapi masalah yang sama.
Alasan resign yang baik adalah pull factor. Tidak ada tempat bekerja yang ideal. Jadi dimanapun Anda bekerja, masalah pasti akan ada. Namun yang difokuskan adalah prilaku kita terhadap masalah tersebut, bukan reaksi kita. (am)

Pada Smart Happiness sebelumnya sudah dibahas tenang faktor-faktor penyebab seorang karyawan untuk resign dari tempat kerjanya. Faktor-faktor itu adalah Pull Factor dan Push Factor. Kali ini kita akan melengkapinya dengan mencari tau, kapan waktu yang baik untuk resign.
Ada 5 waktu yang baik untuk melakukan resign, yaitu:
1.   Pada saat performance  sedang baik-baiknya/optimal.  Sayangnya yang sering terjadi justru  sebaliknya, yaitu resign pada saat performance tidak bagus, tidak mencapai target, dimarahi atasan, atau takut menghadapi kompetisi. Hal itu mengakibatkan track record akan menjadi jelek karena dianggap gagal, dan harga diri akan terpengaruh. Hal ini bisa menimbulkan masalah dalam diri sendiri karena ada perasaan tidak berharga.
2.  Setelah kita meninggalkan sesuatu yang berguna bagi perusahaan. Kenapa ini penting? Karena kita bekerja bukan untuk sekedar cari uang, tapi juga untuk  bahagia. Bahagia akan ada ketika kita merasa bermakna.
3.  Ketika sadar bahwa pekerjaan ini bukan “calling” kita. Meski faktor lain seperti gaji dan lingkungan kerj amenunjang, tapi kalau pekerjaan yang kita geluti bukan calling kita, maka kita akan terjebak.
4.   Ketika perusahaan menjalankan bisnis yang bertentangan dengan kebaikan atau hukum.
5.   Kalau ada tawaran yang memberi faktor job dan non job yang lebih baik. 
Kalau resign dilakukan pada saat performance sedang baik, ada kemungkinan perusahaan akan menahan dan melakukan counter over  yang lebih baik lagi. Kalau toh resign disetujui, maka hal itu akan menjadi track record yang baik bagi kita. Sebaliknya,  kalau resign pada saat performance sedang buruk, maka perusahaan justru akan senang.
Banyak orang yang resign ditengah berjalannya sebuah proyek/tanggung jawab/pekerjaan besar. Hal ini tidak baik karena akan meninggalkan kesan yang tidak baik pada diri kita. Kita akan dianggap sebagai orang yang tidak professional dan tidak bertanggungjawab. Hal ini juga akan berkaitan dengan track record.  Kita harus meninggalkan jejak dan kenangan  yang baik di tempat kerja kita. (am)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More