Recent Videos

Kartu Lebaran 2012

Minal Aidin Wal faizin, Mohon Maaf lahir Batin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433H.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 29 Oktober 2010

Sultan: Ponimin Bukan Pengganti Mbah Maridjan, Hanya Ditugasi Jaga Merapi


Jakarta - Sosok Ponimin (50) bagi warga lereng Merapi bukan figur yang asing. Dia adalah orang "sakti" nomor dua setelah Mbah Maridjan. Selama ini dia dikenal sebagai "orang pintar" yang biasa dimintai bantuan warga Merapi.

Ponimin, dikenal sebagai pawang hujan, tempat konsultasi tentang hari baik, dan juga tokoh agama yang suka diminta warga untuk memimpin pengajian dan selamatan.

"Gusti Kanjeng Ratu Hemas meminta saya menggantikan Mbah Maridjan," ujar Ponimin saat ditemui wartawan di rumah dr Ana Ratih Wardani, di Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (29/10/2010).

Ponimin merupakan warga asli Merapi. Pria yang menurut warga kuat berzikir ini, telah memiliki 2 cucu ini menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta sejak 2001. Pada Kamis (28/10) GKR Hemas, istri dari Sri Sultan HB X, datang menengok pengungsi Merapi. Saat itu Hemas mendengar cerita dari Ponimin. Setelah itu Hemas meminta Ponimin untuk meneruskan tugas Mbah Maridjan sebagai kuncen Merapi.

"Tapi saya tidak bisa memberikan jawaban sekarang, rumah saya yang saya tinggali hancur," ujar Ponimin yang juga biasa dipanggil Mbah Ponimin.

Dilihat dari penampilannya, nuansa mistik tampak melekat pada Ponimin. Tasbih terkalung di pergelangan tangannya. Dua buah cincin akik melingkar di jari manis dan tengahnya.

"Untuk menjadi juru kunci Merapi, saya ada 3 syarat. Pertama, soal rumah saya yang hancur tentu saya harus berikhtiar, yang kedua izin dari Allah dan istri saya, yang ketiga semuanya itu harus terpenuhi," jelas pria berkumis ini.

Menurutnya pula, saat ini jabatannya sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta hanya pada tingkat jajar. Posisi itu masih jauh dengan kuncen Merapi, ada 3 golongan di atas posisinya sekarang untuk menjadi juru kunci.

"Jabatan saya masih jauh di bawah," ujar Ponimin yang mengaku jarang berkomunikasi dengan Mbah Maridjan.

Rumah milik Ponimin hanya berjarak 200 meter dari rumah Mbah Maridjan, namun beda dusun. Baik Mbah Maridjan dan Ponimin sama-sama dituakan di kawasan Merapi.
(ndr/nrl

Siapa Sosok Gaib Penyelamat Ponimin?


INILAH.COM, Sleman - Warga yang selamat dari terjangan awan panas Merapi, Ponimin Solihan, mengaku mendapat bisikan dari sosok gaib bahwa Merapi akan meletus. Siapa sosok itu, hingga kini masih belum terjawab.

Pada Sabtu (23/10/2010) malam, sosok gaib itu datang ke rumahnya, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

"Saat terpejam, saya melihat tanah putih, ada letusan, orang-orang bergelimpangan, dan semuanya porak-poranda," kata Ponimin, Jumat (29/10/2010), seperti dikutip metrotvnews.com.

Sosok gaib itu mengimbau Ponimin agar memakan jenang merah-putih, dan air tujuh sumur, yang sudah diberi doa. Sosok misterius ini juga menyarankan agar Ponimin tetap di rumah jika ingin selamat.

"Kalau kamu pergi jauh, sampah (awan panas) akan saya buang ke Selatan (daerah rumah Ponimin). Tapi kalau kamu tetap di rumah, sampah saya buang ke barat sampai di pelataran rumah Maridjan," kata sosok misterius itu seperti dicontohkan Ponimin.

Keesokan harinya, sosok itu datang kembali ke rumah Ponimin. Kali ini, kupat luar janur kuning berisi rajah arab dan uang Rp100 rupiah gambar gunung digantung di depan rumah, menjadi permintaannya.

Ponimin menuruti seluruh permintaan sang mahluk gaib itu. Alhasil, Poniman selamat dari awan panas yang biasa disebut wedhus gembel itu.

Sedangkan, juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, wafat dalam posisi sujud di rumahnya. Kini, nama Ponimin disebut-sebut sebagai calon pengganti Mbah Maridjan. [TJ]

Ratu Hemas Jajaki Pengganti Maridjan


SLEMAN, KOMPAS.com — Permaisuri Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Hemas mulai menjajaki sosok yang bisa menggantikan almarhum Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Kamis, menemui Ponimin dan meminta agar salah satu tokoh masyarakat di Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, ini bersedia menggantikan Mbah Maridjan yang meninggal dunia terkena awan panas letusan Gunung Merapi.

Ponimin yang juga terluka akibat awan panas Gunung Merapi tersebut ditemui GKR Hemas di rumah kerabatnya di Dusun Ngenthak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, GKR Hemas juga sempat menyampaikan permintaan agar Ponimin bersedia menjadi juru kunci Gunung Merapi. "Kowe saiki sing tunggu Merapi (kamu sekarang yang menunggu Merapi)," kata GKR Hemas.

Sebagai informasi, Ponimin yang selama ini tinggal di sisi selatan kawasan wisata Lava Tour Kaliadem, Kepuharjo, tersebut selama ini bekerja sebagai Kepala Urusan Keuangan Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, itu tidak langsung menyanggupi permintaan GKR Hemas.

"Kula dereng saged matur sakpunika (saya belum bisa menjawab saat ini)," kata Ponimin.

Mendapat jawaban tersebut, GKR Hemas menyatakan tidak masalah dan hal itu akan dibicarakan lebih lanjut.

"Yo wis, kuwi dirembug mengko (ya sudah, nanti dibicarakan lain waktu)," kata GKR Hemas.

GKR Hemas mengunjungi Ponimin hampir selama satu jam dan ingin mendengar langsung kisah Ponimin dan keluarganya yang berhasil selamat dari amukan awan panas saat Merapi meletus, Selasa (26/10/2010) sore.

Ponimin yang oleh warga sekitar juga sering dimintai tolong mengenai masalah spiritual tersebut bersama istri dan anak-anaknya selamat dari terjangan awan panas Merapi.

Ponimin yang mengalami luka bakar di kedua kaki tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Selasa malam. Namun, keesokan harinya ia bersama keluarga memilih mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, hingga saat ini.

Di depan GKR Hemas, Ponimin mengaku mendapat informasi secara gaib tentang letusan Merapi.

Menurut Ponimin, makhluk gaib itu bahkan memberi tahu bahwa awan panas akan menerjang rumah Mbah Maridjan. Ponimin juga mengatakan, Merapi masih akan meletus lagi.

"Yo wis, nek ana apa-apa, matur wae ke Keraton yo (ya sudah, kalau ada apa-apa, segera lapor ke Keraton)," kata GKR Hemas yang dijawab Ponimin dengan anggukan kepala.

Ponimin juga abdi dalem dengan gelar Surakso Ponihardja, pangkat paling rendah di jajaran abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Ponimin pada 2006 menyatakan mundur sebagai abdi dalem karena kecewa dengan Keraton dan berseberangan pandangan dengan Mbah Maridjan.

Ponimin merasa kecewa terhadap Mbah Maridjan yang memutuskan bersedia dikontrak sebagai bintang iklan perusahaan jamu terkenal.
ANT
Sumber :

Ponimin: Puncak Letusan Merapi 5-6 Hari Lagi


INILAH.COM, Jakarta - Mengaku mendapat petunjuk dari penunggu Gunung Merapi, Ponimin Solihan bisa mengetahui apa yang terjadi ke depan. Puncak Merapi akan terjadi 5-6 hari lagi.

Menurutnya, erupsi pada Selasa (26/10/2010) hanyalah permulaan. Bakalan ada letusan Merapi dahsyat, dan sebuah dusun akan hancur.

"Mbah penunggu mau menyatukan Kali Kuning dan Kali Boyong, disitu ada dusun. Mungkin mau diratakan," katanya saat ditemui wartawan di rumah dr Ana Ratih Wardani, di Kaliadem, Umbulharjo, Sleman, Jumat (29/10/2010).

Percaya atau tidak ramalan Ponimin, saat ini namanya disebut-sebut sebagai pengganti Mbah Maridjan, yang meninggal pada Selasa (26/10/2010) akibat awan panas. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dikabarkan sudah menunjuk Ponimin sebagai calon juru kunci gunung Merapi.

Ponimin adalah warga yang selamat dari amukan awan panas setelah didatangi sosok ghaib. Sosok ghaib itulah yang memberi petunjuk mengenai akan adanya letusan Merapi dan langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri.

Ponimin dan kelurganya selamat dari awan panas hanya berlindung di dalam sehelai mukena yang dikenakan istrinya. [TJ]

Sri Sultan: Ponimin Juru Kunci Urusan Saya


INILAH.COM, Jakarta - Belum ada niat dari Sri Sultan Hamengkubowono X untuk mencari pengganti Mbah Maridjan. Juru kunci Gunung Merapi yang baru ditentukan setelah permasalahan pengungsi beres.

Ketika ditanyai perihal Ponimin Solihan, Sri Sultan menegaskan urusan pengganti Mbah Maridjan berada di tangannya.

"Itu semua urusan saya, saya yang megang, saya yang berwenang, saat ini yang dipentingkan adalah para pengungsi korban bencana, setelah ini semua beres," ujarnya di lokasi pengungsian, Jumat (29/10/2010) petang.

Sebagaimana diberitakan, Gusti Kanjeng Ratu Hemas bertemu dengan Ponimin Solihan di rumah dr Ana Ratih Wardani, Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, kemarin.

Ratu Hemas menunjuk Ponimin sebagai calon pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi. Kala itu, Ponimin tidak mengiyakan. Pasalnya, ada beberapa hal yang belum diselesaikan.

Salah satu alasan Ponimin belum mau menjadi penjaga Merapi karena rumahnya yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, masih rusak akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/10/2010).

Selain itu, Ponimin belum mempunyai gubuk atau rumah sendiri untuk wirid dan mengaji istrinya, Yati, setiap malam. [bar]

Ponimin Belum Putuskan Jadi Juru Kunci Merapi

INILAH.COM, Jakarta - Gusti Kanjeng Ratu Hemas telah bertemu dengan Ponimin Solihan di rumah dr Ana Ratih Wardani, Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, kemarin. Ia menunjuk Ponimin sebagai calon pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Kala itu, Ponimin tidak mengiyakan. Pasalnya, ada beberapa hal yang belum diselesaikan. Apa saja?

Saat diwawancara Metrotv, Jumat (29/10/2010), Ponimin menyatakan ia sudah dihubungi Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Namun, ia belum memberikan jawaban karena masih berkonsentrasi pada keluarganya dan rumahnya di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, masih rusak akibat terjangan awan panas pada Selasa (26/10/2010).

Selain itu, Ponimin belum mempunyai gubuk atau rumah sendiri untuk wirid dan mengaji istrinya, Yati, setiap malam.

"Istikari (salat minta petunjuk) dulu. Istri saya mengizini atau tidak, disini ada Yati disitu Ponimin," imbuhnya saat diwawancara.

Sebagaimana diberitakan, Ponimin lolos dari maut. Ia menceritakan, kala awan panas menyelimuti rumahnya, Ponimin sekeluarga berlindung di bawah mukena yang dipakai istri Ponimin, Yati, yang baru selesai menunaikan salat magrib.

Untuk menuju pos pengungsian, Ponimin sekeluarga menggunakan bantal dan sajadah sebagai alas secara bergantian. Rumah Ponimin hanya berjarak 200 meter dari rumah Mbah Maridjan.

Menurut Ponimin, ia dan keluarganya selamat karena pertolongan sosok gaib yang datang kepadanya. Sosok gaib itu berwujud kakek mengenakan baju putih dengan api di bagian belakangnya.

Ia datang dua hari sebelum letusan dan memberitahukan bahwa Merapi akan meletus. Ia diperintahkan tetap di rumah dan akan selamat jika ia dan keluarganya memakan jenang merah-putih dan minum air tujuh sumur yang telah diberi doa. Jenang itu harus dimakan habis oleh keluarganya.

Sosok itu mengatakan jika ia mengungsi, awan panas akan dilemparkan ke rumah arah Selatan atau ke rumah Ponimin. Namun, jika tetap di rumah, awan panas itu akan dibuang ke barat sampai ke halaman rumah Mbah Maridjan.

Sehari sebelum letusan, sosok itu datang lagi dan menyuruh membuat kupat luar janur kuning berisi rajah arab dan uang Rp100 rupiah gambar gunung. Kemudian digantung di depan rumah.

Sehari setelah itu, Merapi meletus. Ia dan keluarganya selamat. Ponimin hanya menderita luka bakar di bagian kakinya karena tidak tertutup mukena saat awan panas datang.

Selain itu, Ponimin bisa mengetahui apa yang terjadi ke depannya. Prediksinya, puncak Merapi akan terjadi 5-6 hari lagi.

Erupsi pada Selasa (26/10/2010) hanyalah permulaan. Bakalan ada letusan Merapi dahsyat, dan sebuah dusun akan hancur. "Tunggu sampai 5-6 hari ke depan," katanya.

Percaya atau tidak ramalan Ponimin, saat ini namanya disebut-sebut sebagai pengganti Mbah Maridjan, yang meninggal akibat awan panas. [bar

Ponimin Bisa Lihat Istana Jin di Merapi


INILAH.COM, Jakarta - Melalui mata batinnya, Ponimin Solihan bisa melihat sebuah Istana besar di Gunung Merapi. Penglihatan supranatural yang dimiliki calon pengganti Mbah Maridjan tersebut didapatkannya pada tahun 1995.

Ia mendapatkan bisikan dari mahluk gaib, yang menuntutnya ke atas Merapi. Setelah sampai, pria berumur 50 tahun ini disuruh memejamkan mata. Sebuah Istana yang diisi jin dan tokoh kerjaan dilihatnya.

"Di atas istana ada panembahan Senopati," katanya saat ditemui wartawan di rumah dr Ana Ratih Wardani, di Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (29/10/2010).

Sebelumnya, Ponimin mengaku mendapat bisikan dari sosok gaib bahwa Merapi akan meletus. Siapa sosok itu, hingga kini masih belum terjawab.

Pada Sabtu (23/10/2010) malam, sosok gaib itu datang ke rumahnya, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

"Saat terpejam, saya melihat tanah putih, ada letusan, orang-orang bergelimpangan, dan semuanya porak-poranda," kata Ponimin, Jumat (29/10/2010), seperti dikutip metrotvnews.com.

Mahluk gaib itu mengimbau Ponimin agar memakan jenang merah-putih, dan air tujuh sumur, yang sudah diberi doa. Sosok misterius ini juga menyarankan agar Ponimin tetap di rumah jika ingin selamat.

"Kalau kamu pergi jauh, sampah (awan panas) akan saya buang ke Selatan (daerah rumah Ponimin). Tapi kalau kamu tetap di rumah, sampah saya buang ke barat sampai di pelataran rumah Maridjan," kata mahluk misterius seperti dicontohkan Ponimin.

Keesokan harinya, mahluk itu datang kembali ke rumah Ponimin. Kali ini, kupat luar janur kuning berisi rajah arab dan uang Rp100 rupiah gambar gunung digantung di depan rumah, menjadi permintaannya.

Ponimin menuruti seluruh permintaan sang mahluk gaib itu. Alhasil, Poniman selamat dari awan panas yang biasa disebut wedhus gembel itu.

Sedangkan, juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, wafat dalam posisi sujud di rumahnya. Kini, nama Ponimin disebut-sebut sebagai calon pengganti Mbah Maridjan. [bar]

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More